Awal Tahun, Tapi Kok Udah Berasa Stresnya?
Baru awal tahun, tapi rasanya sudah banyak hal yang bikin kepala pening. Berita-berita belakangan ini nggak ada habisnya: ekonomi masih nggak menentu, harga barang naik, ancaman PHK di mana-mana, dan tekanan kerja yang makin tinggi. Buat yang masih berusaha bertahan di pekerjaan, workload makin berat, tapi gaji malah dipotong. Ditambah lagi cuaca yang nggak jelas, penyakit aneh-aneh bermunculan, dan ketidakpastian yang bikin waswas.
Kalau kamu merasa semua ini mulai bikin sesak, kamu nggak sendirian. Menurut American Psychological Association (APA), tingkat stres global meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena faktor ekonomi dan ketidakpastian hidup (APA, 2023). Stres yang terus-menerus bisa bikin tubuh gampang sakit, mood jadi nggak stabil, dan bahkan mengganggu kualitas tidur. Tapi sebelum tenggelam lebih jauh dalam kecemasan, ada satu cara sederhana yang bisa membantu: mendengarkan musik relaksasi.
Musik Relaksasi: Solusi Simpel buat yang Pikirannya Penuh
Musik bukan sekadar hiburan, tapi juga bisa jadi alat terapi buat mengurangi stres. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa musik relaksasi bisa membantu menurunkan kadar hormon stres, seperti kortisol, dan meningkatkan perasaan tenang.
Sebuah studi dari Journal of Music Therapy menemukan bahwa orang yang rutin mendengarkan musik tenang mengalami penurunan stres yang signifikan dibandingkan dengan mereka yang tidak (Linnemann et al., 2018). Bahkan, efeknya bisa lebih efektif daripada duduk diam tanpa gangguan. Musik bisa mengalihkan perhatian dari kecemasan dan membantu tubuh kembali ke kondisi lebih rileks.
Manfaat Musik Relaksasi Saat Stres
Jadi, apa saja manfaat mendengarkan musik relaksasi ketika stres mulai menghantam?
- Menurunkan Hormon Stres
Musik relaksasi terbukti menurunkan kadar kortisol, hormon yang bertanggung jawab atas stres. Saat kortisol turun, tubuh bisa lebih rileks, dan pikiran jadi lebih jernih (Chanda & Levitin, 2013). - Memperlambat Detak Jantung dan Tekanan Darah
Saat stres, tubuh otomatis masuk ke mode “fight or flight”, bikin jantung berdebar lebih cepat. Musik relaksasi membantu memperlambat detak jantung dan menurunkan tekanan darah, yang pada akhirnya bikin tubuh lebih tenang (Koelsch et al., 2016). - Meningkatkan Produksi Hormon Bahagia
Musik relaksasi bisa meningkatkan kadar dopamin dan serotonin, dua hormon yang berperan dalam mengatur suasana hati dan perasaan bahagia (Thoma et al., 2013). Makanya, setelah mendengarkan musik tenang, kita sering merasa lebih nyaman dan damai. - Membantu Tidur Lebih Nyenyak
Banyak orang yang sulit tidur karena pikirannya masih sibuk dengan urusan pekerjaan atau masalah sehari-hari. Mendengarkan musik relaksasi sebelum tidur bisa membantu menenangkan otak dan mempercepat proses tidur. Sebuah studi dari Sleep Medicine Reviews menunjukkan bahwa musik yang lambat dan tenang bisa meningkatkan kualitas tidur dan membantu mengatasi insomnia ringan (Jesús et al., 2019).
Bagaimana Musik Relaksasi Bisa Mengurangi Stres?
Efek musik relaksasi terhadap stres bukan sekadar sugesti. Musik bekerja langsung pada sistem saraf parasimpatis, yang bertanggung jawab atas respons relaksasi tubuh. Saat kamu mendengarkan musik dengan tempo lambat, otak menerima sinyal untuk memperlambat aktivitasnya.
Selain itu, musik juga bisa membantu mengatur pola pernapasan. Banyak musik relaksasi yang secara alami mengikuti ritme napas yang lebih tenang dan teratur, sehingga tanpa sadar kamu ikut bernapas lebih perlahan. Ini membantu mengurangi ketegangan fisik dan membuat tubuh lebih nyaman.
Coba Dulu, Rasakan Sendiri
Kalau akhir-akhir ini kamu merasa stres, cobalah luangkan waktu sejenak buat mendengarkan musik relaksasi. Bisa saat perjalanan pulang, sebelum tidur, atau kapan pun kamu butuh istirahat dari hiruk-pikuk dunia.
Untuk pengalaman terbaik, coba dengarkan playlist musik relaksasi yang sudah dikurasi khusus buat membantu menenangkan pikiran dan meningkatkan tidur nyenyak. Simpan dan dengarkan playlist rekomendasi ini:
➡️ Chill Vibes: Relaxing Music for Mind and Soul
➡️ Musik Relaksasi Pengantar Tidur Nyenyak
➡️ Rain Sound for Deep Sleep
Biar tidur lebih nyenyak dan bangun dengan pikiran yang lebih segar. Yuk, coba sekarang!
Referensi:
- American Psychological Association (APA). (2023). Stress in America: Rising levels of stress and uncertainty. Retrieved from www.apa.org
- Chanda, M. L., & Levitin, D. J. (2013). The neurochemistry of music. Trends in Cognitive Sciences, 17(4), 179-193. https://doi.org/10.1016/j.tics.2013.02.007
- Jesús, F. O., et al. (2019). The effects of music on sleep quality: A systematic review. Sleep Medicine Reviews, 45, 1-12. https://doi.org/10.1016/j.smrv.2019.01.005
- Koelsch, S., et al. (2016). The impact of music on the autonomic nervous system. Frontiers in Psychology, 7, 116. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2016.00116
- Linnemann, A., Ditzen, B., Strahler, J., Doerr, J. M., & Nater, U. M. (2018). Music listening as a means of stress reduction in daily life. Psychoneuroendocrinology, 96, 96-105. https://doi.org/10.1016/j.psyneuen.2018.06.008
- Thoma, M. V., La Marca, R., Brönnimann, R., Finkel, L., Ehlert, U., & Nater, U. M. (2013). The effect of music on the human stress response. PLoS ONE, 8(8), e70156. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0070156